Sustainable Warriors

”Peraturan Menteri Pariwisata mengenai Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan mengadopsi standar internasional Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang mempertimbangkan tiga aspek utama yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi untuk saat ini dan masa depan.”

 

- Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia

Lihat Lebih Lanjut

“Saat ini, pariwisata telah menjadi prioritas nomor satu dalam perekonomian kita. Sebagai negara di mana separuh populasinya adalah 'millennials', pemerintah perlu mengubah paradigma dan menyesuaikan kebijakan-kebijakan yang ada dengan kemajuan teknologi saat ini. Pariwisata berkelanjutan adalah kunci untuk membuat pariwisata kita ('tourism 4.0') tetap tangguh dan inklusif.”

 

- Valerina Daniel | Penasihat Menteri Pariwisata untuk Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Juri ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Kepariwisataan Indonesia merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan jati diri bangsa, mempertahankan kesatuan keutuhan wilayah dan bangsa Indonesia, dan juga untuk meningkatkan kemampuan hasil dari ekonomi. Karena itu, pembangunan kepariwisataan harus berkelanjutan agar dapat menjadi kekuatan keunggulan kepariwisataan Indonesia di masa mendatang.” 

 

- I Gede Ardika, Juri Kehormatan ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Pariwisata berkelanjutan harus dilakukan di Indonesia karena pilar-pilar pariwisata berkelanjutan adalah Ekonomi, Sosio-kultural, dan lingkungan. Perbaikan bumi dapat dilakukan melalui pariwisata berkelanjutan selama ada kemauan dan motivasi, terutama di Indonesia. Dari penyelenggaraan ISTA yang sudah dilakukan dua kali, dapat dilihat bahwa destinasi-destinasi pariwisata di Indonesia sudah mulai menerapkan hal-hal yang mendorong sustainabilitas sehingga terjadi perbaikan ekonomi, sosial, dan lingkungan.”   

- Diena M. Lemy, Juri ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Saya mengharapkan bahwa melalui penyelenggaraan ISTA, akan semakin banyak muncul destinasi-destinasi unggulan yang dapat menjadi daya tarik untuk memajukan pariwisata Indonesia. Karena itu, kita perlu memikirkan bagaimana destinasi-destinasi berpotensi tersebut dapat dibina agar terus berkembang dan semakin baik sehingga menjadi 'global standard' dan dapat menarik banyak orang untuk mengunjungi Indonesia, memajukan pariwisata Indonesia, dan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. “

- Jonathan L. Parapak, Juri Kehormatan ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Program pariwisata berkelanjutan adalah program yang sangat bagus karena program ini pada awalnya baru diterapkan oleh negara-negara besar. Dengan penyelenggaraan ISTA yang memasuki tahun ketiga, kita akan banyak belajar dan kemungkinan peserta akan meningkat karena mereka sudah lebih mengerti konsep pariwisata berkelanjutan. Menurut saya industri lain mungkin belum sekuat industri pariwisata dalam penerapan sustainabilitas karena kalau tidak sustainable maka pariwisata sering kali ditinggalkan oleh orang-orang.” 

- Jatna Supriatna, Ketua Dewan Juri ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Pariwisata berkelanjutan adalah masa depan pariwisata Indonesia. Pertama, karena jika kita menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan kita memastikan bahwa Indonesia punya satu pilihan untuk pasar-pasar milenial yang sangat membutuhkan keseimbangan antara nilai ekonomi, sosio-kultural, dan lingkungan yang terintegrasi dan terpadu. Kedua, program pariwisata berkelanjutan adalah langkah kita untuk menjadi kekuatan di skala regional, terutama di kawasan Asia Pasifik dan ASEAN. Kita ingin Indonesia menjadi rujukan dan 'hub' untuk penerapan pariwisata berkelanjutan.“

- Frans Teguh, Juri ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Penerapan pariwisata berkelanjutan harus dilakukan di tingkat desa, karena Indonesia memiliki sekitar 78 ribu desa. Dengan demikian, jika ingin dibangun maka harus dimulai dari pinggir atau desa agar mereka tidak pindah ke kota. Penerapan pariwisata berkelanjutan di desa juga merupakan upaya konservasi budaya dan tradisi lokal karena mereka adalah wilayah otonom yang masyarakatnya masih mempertahankan tradisinya.” 

- Robby Ardiwijaya, Juri ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Pariwisata telah terbukti menjadi ujung tombak, bahkan kunci pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu yang perlu kita lakukan hari ini adalah menjadikan pembangunan pariwisata sebagai sebuah pembangunan yang berkelanjutan. Karena pembangunan pariwisata tidak boleh berhenti di tengah jalan dan harus terus ke depan untuk memastikan bahwa Indonesia menjadi bangsa yang unggul di sektor pariwisata. Karena negara-negara yang unggul dan sejahtera di dunia adalah negara-negara yang unggul pariwisatanya. Dengan demikian, pembangunan pariwisata berkelanjutan perlu dan selalui menjadi krido dari pembangunan nasional Indonesia, khususnya pembangunan pariwisata.”  

- Riant Nugroho, Juri ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Pembangunan berkelanjutan merupakan tantangan bagi negara berkembang, termasuk di dalamnya pembangunan pariwisata. Indonesia sebagai negara berkembangan sangat membutuhkan pelaksanaan pariwisata berkelanjutan bagi masa depannya. ISTA yang telah dilakukan sejak tahun 2017 diharapkan bisa menjadi payung besar upaya pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata, untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan tersebut.” 

- Winda M. Mingkid, Juri ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut

“Sustainable Tourism Certification (STC) merupakan rangkaian dari keseluruhan program Sustainable Tourism for Development di Kemenpar. Diawali dengan Sustainable Tourism Destination (STD), yaitu penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di destinasi wisata yang dikerjasamakan dengan Pemda. Dilanjutkan dengan Sustainable Tourism Observatory (STO), yaitu pemantauan beberapa destinasi yang dikerjasamakan dengan Universitas. Pada akhirnya kami ingin semua destinasi disertifikasi sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.”

- Mari Elka Pangestu, Juri Kehormatan ISTA 2019

Lihat Lebih Lanjut
Please help us provide you with better information by telling us whether you’re: